Diduga Belum Tuntasnya Pemeriksaan Perkara : Keluarga Surati KAPOLDA NTT

0
50

KUPANG NTT – Merasa belum tuntasnya  pemeriksaan perkara kematian Nikson Lende , yang diduga keluarga terjadi  karena pembunuhan berencana, maka keluarga korban  menyurati Kapolda NTT  dan meminta agar kasus tersebut diusut  langsung  oleh pihak Polda sehingga perkara itu dapat terkuak secara benar dan menjadi terang benderang.

Kasus  penganiayaan hingga korban meninggal dunia yang terjadi di desa Wee Pabola, kecamatan Wewewa Utara, kabupaten Sumba barat  Daya (SBD), yang terjadi tanggal 6 Februari 2020 itu, telah ditangani oleh pihak Polres Sumba Barat Daya (SBD) dan kini pihak Polres SBD telah memeriksa dan menahan 4 orang yang diduga sebagai pelaku, kini dirasakan belum sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga pihak keluarga korban  masih merasa tidak puas dengan penanganan perkasa tersebut. Dan karena, itu pada tanggal 16 Maret 2020, keluarga korban mengirimkan surat pengaduan kepada Kapolda NTT dan meminta dukungan agar kasus itu diambil alih dan ditangan oleh pihak Polda NTT.

Kepada media ini, pada tanggal 25 Maret 2020, jam 16:25,  Lewat Whasapp, keluarga korban mengirimkan 3 lembar surat permohonan yang ditujukan kepada Kapolda NTT dan kemudian pada tanggal yang sama pukul 16;57, lewat telepon selularnya, salah satu keluarga korban menyampaikan rasa ketidak puasan mereka  terhadap penanganan perkara yang dilakukan oleh pihak Polres SBD tersebut dan minta dipublikasikan.

“ kami merasa penyidik kurang maksimal memeriksa perkara dan mengungkap para pelaku lain yang diduga diketahui oleh 4 tersangka yang  sedang ditahan”,ucap UL mewakili keluarga besar korban yang meninggal bernama Yohanes Nikson Lende.

UL yang minta namanya tidak ditulis demi keamanan (red), mengatakan pada tanggal 2 Februari itu ada orang yang bernama Adipapa Lensa ( Bapa Dion) datang kerumah Almarhum dan menyampaikan kalau dirinya disuruh seseorang untuk  membunuh Almarhum Nikson Lende. Dan hal ini telah dilaporkan oleh Isteri Almarhum kepada penyidik namun belum ditindaklanjtui oleh penyidik. 

Kata UL bahwa keluarga melihat ada kejanggalan saat rekonstruksi ; dimana 3 pelaku menganiaya korban  Agus Umbu Pati dan  Agus selamat, sedangkan hanya 1 orang saja yang memukul  almarhum Nikson Lende lalu Nikson pun meninggal dengan tragis, hal tersebut dianggap keluarga kurang masuk akal.

Dan yang janggal lagi dalam rekonstruksi itu, setelah lakukan pemukulan, pelaku bernama Okta mengambil motor pelaku Aris yang diduga sebagai bosnya  dan pergi meninggalkan TKP, dan keluarga menduga, bahwa Okta pergi membawa pelaku penting lainya dalam penganiayaan tersebut.

Lewat media ini, keluarga sangat mengharapkan dukungan kapolda NTT beserta jajaranya untuk bisa mengungkapkan kasus yang sebenarnya terjadi. . Keluarga korban mengharapkan, semoga keberatan atas pemeriksaan perkara tersebut  seperti yang tertuang dalam 3 lembar isi surat yang telah dikirim sejak tanggal 16 maret 2020 mendapat perhatian serius dari pihak Polda NTT. ( FNI-1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here