GUBERNUR VBL  DIGENDONG DAN DIBERIKAN AYAM PUTIH DI MABAR

0
328

FOCUS NEWS INDONESIA

LABUAN BAJO, focusnewsindonesia.com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Edisius Endi, dan Kadis PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu, bersama rombongan, turun ke Manggarai Barat, pada  kamis (3/9/2020), untuk melihat langsung pembangunan  jalan Provinsi sejauh 66,6 Kilometer, yang dilakukan dari Simpang Nggorang dan berujung pada kampung Kendi.

Pantauan langsung media ini, Gubernur VBL sempat dihadang oleh warga masyarakat desa lintas jalan menuju pusat desa Mbuit yang dengan spontanitas datang memeluk dan menggendong Gubernur VBL sambil berteriak-teriak mengungkapkan rasa terimakasih atas pemeberian jalanraya  tersebut.

“Terimakasih bapak Gubernur ! Terimakasih banyak! Impian kami tercapai saat bapak memimpin NTT,” teriak salah satu tokoh warga bernama Polikarpus (70 tahun)  sambil menggendong dan memeluk Gubernur VBL.

Gubernur VBL, dengan wajah senyum haru mengucapkan terimakasih banyak atas apresiasi yang diberikan warga dan meminta warga agar manfaatkan jalan raya itu untuk membangun ekonomi kehidupan mereka.

“Terimakasih kepada bapa mama, jalan raya ini milik kita semua karena itu silahkan manfaatkan untuk membangun ekonomi keluarga diberbagai bidang usaha yang dimiliki,” ucap Gubernur VBL sambil berjabat tangan dengan warga yang bersalaman denganya.

DIBERIKAN AYAM JANTAN PUTIH SIMBOL KETULUSAN HATI

Rombongan Gubernur NTT yang terdiri dari Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Edisius Endi, Kepala Biro Humas dan Protokol Marius Ardu Jelamu, Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Zet Sony Libing, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Linus Lusi, Kepala Dinas Pariwisata Wayan Darmawan, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Silvy Pekudjawang, Kepala Dinas PUPR NTT, Maksi Nanabu, mantan

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi, Bartol Badar serta Tim Asita NTT, Aparat kemanan Polri pengawal rombongan serta para insan pers, terus lanjutkan perjalanan menuju pusat desa Mbuit di kecamatan Boleng.

Kedatangan Gubernur dan Rombongan disambut dengan upacara adat yang sakral oleh seluruh masyarakat yang hadir. Upacara Manu Kepok dan Tuak Lalo dilakukan oleh para tokoh adat se-kecamatan Boleng.

“Inilah kami, kami berikan ayam putih kepada bapak sebagai lambang ketulusan hati kami dan bersama dengan leluhur serta lindungan Sang Maha Pencipta, kami mengucapkan terimakasih banyak atas pemberian jalan raya yang layak bagi masyarakat kami. Bapak adalah anak kami dan saudara kami ,” itulah tuturan-tuturan yang disampaikan para tokoh adat kepada Gubernur VBL.

Di tempat tersebut Gubernur VBL memberikan sambutan singkat tentang manfaat jalan raya bagi masyarakat untuk peningkatan taraf hidup yang bermartabat. Menurut Gubernur VBL, dengan jalan raya yang memadai dapat mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat dan peningkatan pendidikan bagi masyarakat.

“Manggarai Barat memiliki hasil bumi yang berlimpah. Manggarai Barat punya Destinasi Wisata Komodo yang mendunia. Karena itu, dengan adanya jalan raya ini, masyarakat dapat mengembangkan ekonomi, pendidikan dan pariwisata,”Ucap Gubenrur VBL dengan nada serius.

Pada kesempatan itu juga, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Edisius Endi, dalam sambuatanya, atas nama seluruh Masyarakat Manggarai Barat, mengucapkan terimakasih berlimpah kepada Pemerintah Provinsi NTT yang sudi memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung pemerintah Provinsi dengan kegiatan-kegiatan produkstif dibidang pertanian sehingga kehidupan ekonomi rakyat semakin bertumbuh dan berkembang.

“Pemprov NTT telah memperhatikan kita, telah memberikan kita apa yang kita semua inginkan. Karena itu, saya berharap warga mulai meningkatkan berbagai kegiatan ekonomi dan jangan lupa membayar pajak usaha kepada pemerintah kita,”ujar Edisius.

Sementara itu, Kadis PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu, yang ditemui langsung di lokasi, menjelaskan bahwa Jalan Provinsi itu dibangun dengan anggaran sekitar Rp 170 M, yang bersumber dari Dana Hibah, DAK, APBD NTT.

“Ruas jalan ini melintasi 5 kecamatan, yakni Kecamatan Komodo, Macang Pacar, Pacar, Kuwus dan Kecamatan Boleng,”ucapnya

Maksi menjelaskan, pembangunan jalan provinsi itu menggunakan 3 sumber anggaran, yakni Program Hibah Jalan Daerah (PHJD), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) APBD I Provinsi NTT Tahun Anggaran 2020.

“Produk akhir yang akan dicapai ada 3 jenis, yakni HRS-BASE (Hotmix AC-WC), HRS-WC (Hotmix AC-WC) dan Greading Operation/GO,” ujarnya.

Seorang warga desa Mbuit, Kecamatan Boleng yang bernama Benedktus yang juga adalah kepala dusun, lewat media ini mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov NTT, yang telah menjawab kerinduan warga selama ini yakni  membangun jalan Poros Tengah dari Manggarai Barat menuju ke Manggarai Tengah maupun ke Manggarai Timur.

“Terimakasih banyak  kepada bapak gubernur Viktor. Kini lewat kepemimpinan beliau kami memperoleh jalan yang sangat layak ” ujar Benediktus

Begitu juga Pengakuan 2 orang warga desa Mbuit, Palikarpus, dan isterinya bernama Maria, mengatakan, puluhan tahun mereka menderita soal jalan raya dan listrik, namun tahun ini, mereka telah terlayani listrik dan jalan raya yang bagus, sehingga warga tidak sulit lagi mengangkut hasil bumi yang ada untuk dijual di pusat Kota Manggarai Barat Maupun ke Ruteng.

“ Terimakasih Banyak kepada Gubernur VBL. Impian kami telah terjawab. Namun masih ada satu lagi kebutuhan tentang air bersih. Semoga kedepan kami bisa mendapati pelayanan air bersih dari Pemprov NTT,”ujar Polikarpus.

Menurut pengakuan kepala seksi pemerintahan desa Mbuit, Josep Budiman, yang diwawancarai media ini, mengatakan, dulu sebelum ruas jalan di Poros Tengah Manggarai dikerjakan, waktu tempuh warga ke kota labuan bajo mencapai 4 sampai 5 jam. Dan kini dengan jalan yang sudah dikerjakan oleh Dinas  PUPR NTT ini, maka waktu tempuh hanya 2 jam dari desa Mbuti ke kota Labuan Bajo.

Kata Josep Budiman, kini masyarakat bisa menghemat biaya transportasi. Sebelum jalan diperbaiki, transportasi hanya dilakukan dengan sepeda motor/ojek dan memerlukan biaya yang tinggi. Dulu sebelum jalan dibuat, kami sewa motor ojek ke kota Labuan Bajo dengan biaya per orang Rp 150.000 dan ongkos Bis Kayu Rp 35.000 per orang. Dan saat ini,  biaya motor hanya Rp 50.000 dan sewa mobil travel dengan biaya hanya Rp 30.000 per orang.

“Masrayakat Desa Mbuit dan seluruh masyarakat di Kecamatan Boleng sangat merasa bersyukur dan terima kasih kepada Pemprov NTT melalui Kadis PUPR yang sudi sangat serius menangani Jalan Provinsi di Poros Tengah Manggarai Barat menuju Manggarai Timur,” ungkap Josep. ( FNI/01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here