Beranda Infrastruktur KADIS PUPR PROVINSI NTT : JALAN DI DESA PALING MANGGARAI TIMUR MEMANG...

KADIS PUPR PROVINSI NTT : JALAN DI DESA PALING MANGGARAI TIMUR MEMANG DIGALI  UNTUK PELEBARAN SAJA

FOCUS NEWS INDONESIA

KUPANG, Focus News Indonesia.Com – Pemberitaan media online kumparan.com tentang kebingungan masyarakat Elar Selatan, Ferdi Darus, tentang pengerjaan jalan Provinsi di wilayah kabupaten Manggarai Timur yang dikatakan tidak tuntas, mendapat tanggapan baik dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Provinsi NTT, Ir. Maxi Nenabu, MT.

Ditemui di ruang kerjanya pada, 14/10/2020, terkait pemberitaan tersebut, Maxsi mengatakan bahwa pengeluhan Warga Elar Selatan itu merupakan hal yang positif  dan perlu  ditanggapi dan diluruskan sesuai masalah yang sebenarnya.

Dia menjelaskan, sesuai dengan program pemerintah provinsi terkait kegiatan pengerjaan jalan di wilayah Bealaing-Mukun-Mbazang yakni pada daerah perbatasan antara Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, memang ada yang harus di Hormix, ada juga yang unruk pengerasan saja dan ada juga hanya dilakukan penggalian untuk pelebaran jalan sambil kedepanya akan diperjuangkan untuk pengaspalannya.

Katanya, saat ini Pemprov NTT hanya memberikan jatah 10 Kilometer untuk Pengkerasan dan 2 Kilometer  untuk aspal Hotmix  yang telah selesai dikerjakan di desa Mukun. 10 Kilometer jatah pengerasan diberikan pada daerah-daerah yang jalanya sangat kritis atau rusak parah  pada daerah perbatasan antara Manggarai Timur dan Ngada.

“ Jatah 10 Kilometer  GO/ penimbunan pengerasan itu kami lakukan 5 kilometer di desa Mamba dan 5 kiilometer  di desa  Renden sedangkan untuk penggalian pelabaran jalan sepanjang 2 kilometer dilakukan di desa Paling. Jadi desa Paling hanya penggalian pelabebaran jalan saja,”kata Maksi.

Terkait pengeluhan warga Elar Selatan, Ferdi Darus, yang mengatakan merasa  bingung pengerjaan jalan provinsi di Manggarai Timur yang dianggapnya belum tuntas, Kadis PUPR Provinsi NTT, Maksi,  menjelaskan bahwa memang benar untuk  jalan di desa Paling hanya dilakukan penggalian untuk pelebaran saja dan kedepannya akan  diperjuangkan  untuk dilakukan pengaspalan  pada seluruh ruas jalan menuju  daerah perbatasan Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.

“ Kami berharap agar warga yang tinggal di wilayah-wilayah jalan yang belum ada pengerasan dan pengaspalan, kiranya tetap bersabar karena kedepannya kami akan menuntaskan ruas jalan di wilayah tersebut,”ucapnya.

Terkait Jalan Provinsi Bealaing- Mukun- Mbazang yang sudah selesai dikerjakan oleh PT.Agogo, Maksi mengatakan kini dalam masa perawatan dan pihaknya akan selalu monitoring, sehingga apabila terjadi kerusakan  dalam masa perawatan tersebut maka pihaknya akan mengambil  langkah agar  pihak PT Agogo segera memperbaikinya sesuai aturan. (FNI/PK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

DPP PWRI KUTUK AKSI KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN DI NTT

FOCUS NEWS INDONESIA.com-KUPANG --Terkait kekerasan terhadap wartawan di NTT, PWRI mengutuk keras kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja jurnalistik, yakni saudara kita...

USAI JUMPA PERS, WARTAWAN DIANIAYA PREMAN

KUPANG, FOCUS NEWS INDONESIA  – Wartawan Suaraflobamora.Com, FPL dianiaya sejumlah  preman tak dikenal di dekat pintu gerbang masuk/keluar Kantor Perusahaan Daerah (PD) PT. Flobamor,...

INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI NTT RAIH PREDIKAT ‘SANGAT BERHASIL’

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Kinerja Instansi Pemerintah Daerah merupakan gambaran mencapai tujuan dan sasaran pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi maupun strategi instansi...

GBIS Harus Bisa Wujudkan Damai Sejahtera Bagi Dunia

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG - Demikian disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XX Gereja Bethel Injil Sepenuh...

Sarat Konflik, WALHI NTT Desak Pemerintah Segera Hentikan Pembangunan Waduk Lambo

NAGEKEO, Focus News Indonesia.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur menegaskan kepada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II),...