Beranda Peristiwa KETUA KOMISI III DPRD NTT, HUGO KALEMBU : BANTUAN SEROJA ADALAH BANTUAN...

KETUA KOMISI III DPRD NTT, HUGO KALEMBU : BANTUAN SEROJA ADALAH BANTUAN EMERGENSI DAN HARUS CEPAT DISALURKAN

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Sudah mendekati Lima bulan badai seroja berlalu, banyak rumah warga yang atapnya bolong serta bangunan yang roboh telah diperbaiki sendiri dengan berbagai upaya sulit yang dilakukan oleh masyarakat yang terkena dampak badai tersebut.

Pasca kejadian itu bantuan mengalir ke NTT untuk membantu para korban bencana, tetapi sayang seribu sayang karena bantuan yang diperkirakan masuk sebesar 10,6 Miliar itu masih parkir direkening pemerintah Provinsi NTT. Masyarakat terdampak bencana  hanya bisa menanti, kapan bantuan itu bisa disalurkan oleh pemerintah?.

Dilansir dari kabarntt.co, memberitakan bahwa Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT, Hugo Kalembu, pada Senin (23/8/2021) yang lalu, mengatakan bantuan siklon seroja yang  berasal dari masyarakat seharusnya merupakan bantuan emergensi. Oleh karena itu secepatnya disalurkan.

 “Kalau sudah ada data, kategori kerusakan, siapa orangnya dan jika dananya sudah ada, seharusnya segera disalurkan. Bukan disalurkan dalam keadaan normal lagi, sehingga tidak mengurangi nilai emergensinya,” kritik Hugo.

Katanya, andaikata data-data yang masuk dari masyarakat kabupaten/kota itu belum lengkap, maka bagi masyarakat yang datanya sudah lengkap harusnya disalurkan bantuan kepada mereka.

“Ini bantuan emergensi, tidak ada masalah jika diberikan kepada masyarakat yang sudah lengkap datanya. Karena itu tidak ada regulasi yang perlu ditakutkan kalau disalurkan sesuai data lengkap yang masuk,” kata Hugo yang adalah Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT.

Kata Hugo, jika bantuan itu terlambat disalurkan  ke masyarakat, maka tidak ada manfaatnya lagi.

“Ini kan pendataan dulu. Nah, berdasarkan data itu diketahuilah obyek yang hancur berapa dan siapa orangnya yang menerima, sudah dinilai kerugiannya dan diberikan bantuan itu,” ungkapnya.

Hugo mengingatkan pemerintah, mestinya bantuan darurat seperti ini segera disalurkan menyusul bencana.

“Mestinya karena dana sudah ada maka maka harus sesegera mungkin disalurkan kepada yang bersangkutan sehingga ada manfaatnya, sehingga urgensinya tidak menjadi kurang. Orang yang lagi menderita itu harus dibantu,” tegas Hugo.

Menurut Hugo, kalau dana bantuan itu masih parkir di rekening pemerintah, Hugo menyebut kondisi itu sebagai kelambanan.

“Ini kelambanan birokrasi yang tidak boleh terjadi. Ini bukan hal yang biasa, ini urus bencana yang genting yang darurat makan harus disalurkan lebih cepat.  Seharusnya bantuan emergensi ini tidak ada argumentasi bahwa ada aturan apa lagi, cukup disesuaikan dan pertanggungjawabannya saja selesai,” tutur Hugo. (FNI/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

DPP PWRI KUTUK AKSI KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN DI NTT

FOCUS NEWS INDONESIA.com-KUPANG --Terkait kekerasan terhadap wartawan di NTT, PWRI mengutuk keras kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja jurnalistik, yakni saudara kita...

USAI JUMPA PERS, WARTAWAN DIANIAYA PREMAN

KUPANG, FOCUS NEWS INDONESIA  – Wartawan Suaraflobamora.Com, FPL dianiaya sejumlah  preman tak dikenal di dekat pintu gerbang masuk/keluar Kantor Perusahaan Daerah (PD) PT. Flobamor,...

INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI NTT RAIH PREDIKAT ‘SANGAT BERHASIL’

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Kinerja Instansi Pemerintah Daerah merupakan gambaran mencapai tujuan dan sasaran pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi maupun strategi instansi...

GBIS Harus Bisa Wujudkan Damai Sejahtera Bagi Dunia

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG - Demikian disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XX Gereja Bethel Injil Sepenuh...

Sarat Konflik, WALHI NTT Desak Pemerintah Segera Hentikan Pembangunan Waduk Lambo

NAGEKEO, Focus News Indonesia.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur menegaskan kepada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II),...