KSAD TNI : Paham Radikalisme Sudah Menyusup Ke Sekolah dan Kampus ‘TNI AD Siap Hadapi Mereka’

0
59
Foto Berita
KSAD TNI, Jenderal Dudung Abdulrachman, saat berikan arahan pada Prajurit TNI di Silang Monas, pada, 25 Januri 2022.

FOCUS NEWS INDONESIA.com, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Dudung Abdulrachman, menginstruksikan kepada semua Jajaran Pimpinan Prajurit TNI di seluruh Indonesia, untuk segera dan jangan ragu-ragu melakukan pemetaan keberadaan gerakan radikalisme sampai ke pelosok-pelosok hingga titik koordinat mereka  guna mengetahui perkembangannya dan melakukan langkah antisipasi.

Hal tersebut diungkapkan  oleh Jenderal TNI Dudung Abdurachman,saat  memberikan arahan  pada Apel Pasukan TNI Angkatan Darat di Silang Monas-Jakarta Pusat, pada, Selasa, 25 Januari 2022  lalu.

GERAKAN RADIKALISME SUDAH SANGAT MENGKWATIRKAN

Dilansir dari  VIVA.co.id pada selasa 25 Januri 2022, memberitakan bahwa pada Gelar Apel Pasukan di silang Monas tersebut, Jenderal  Dudung mengatakan,  saat ini gerakan radikal itu sudah dalam tahap yang sangat menghawatirkan. Saat ini paham radikalisme  sudah menyusup masuk sampai ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus sehingga mengancam generasi muda.

“Mengapa hari ini saya kumpulkan apel, tentunya ini mewakili seluruh TNI AD yang ada di Republik Indonesia. Saya ingin menyampaikan bahwa hasil Rapim Kemhan bahwa kelompok-kelompok radikal sudah masuk di beberapa elemen masyarakat. Baik mahasiswa, maupun elemen yang lainnya,” kata KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

LAKUKAN PEMETAAN UNTUK ANTISIPASI

Pada kesempatan itu pula,  KSAD TNI, Jenderal Dudung Abdulrachman,  menginstruksikan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Darat di seluruh Indonesia untuk melakukan pemetaan di wilayah tugasnya masing-masing sebagai bentuk antisipasi dalam mencegah bangkitnya gerakan radikalisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Oleh karenanya, saya perintahkan kepada seluruh jajaran TNI AD agar mengantisipasi, agar peka terhadap perkembangan-perkembangan tersebut,” ujarnya. “Peka artinya peduli dan kalian berkarakter. Begitu juga kalian kalau sudah kalian ketahui segera koordinasikan dengan pihak kepolisian,” kata Jenderal TNI Dudung.

Jenderal TNI Dudung Abdulrachman,  menjelaskan bahwa perkembangan kelompok radikal di Indonesia kian cepat. Mereka masuk ke kelompok-kelompok masyarakat yang rentan pemahaman nasionalisme kebangsaan.

JANGAN PERNAH RAGU HADAPI MEREKA

Oleh karena itu, ia  menginstruksikan kepada para Komandan Satuan dan prajurit TNI Angkatan Darat di seluruh satuan, agar terus masuk dan mendekatkan diri kepada masyarakat untuk melakukan pembinaan-pembinaan teritorial, sebab pembinaan teritorial yang dilakukan oleh prajurit TNI dalam hal ini Babinsa merupakan cara untuk memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya radikalisme di tengah rakyat.

Jenderal TNI Dudung Abdulrachman, menjelaskan lagi bahwa  perkembangan kelompok radikal bukan hitungan jam, hari, tetapi sudah hitungan menit. Karena itu jangan pernah ragu-ragu untuk menghadapi mereka..

SIAP MENGHADAPI DALAM SITUASI APAPUN

“Harus kalian tahu tempat, lokasi, sampai koordinat di mana kelompok-kelompok mereka. Hingga suatu ketika nanti saatnya yang tidak memungkinkan, kalian sudah tahu dimana mereka. Lakukan pembinaan-pembinaan saat ini sehingga masyarakat diberikan pemahaman-pemahaman bahwa kelompok-kelompok ini memang dengan sengaja akan  memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

“Perlu saya ingatkan ke seluruh TNI AD bahwa kalian sangat, sangat, sangat strategis. Oleh karena itu, pahami betul dan kuasai betul, letak perkembangan yang mereka lakukan dan jangan pernah ragu, jangan pernah ragu-ragu menghadapi mereka. Dan kita siap untuk menghadapi situasi apapun. Jangan kita terlalu terbuai dengan tugas pokok secara kovensional menghadapi ancaman dari luar yang paling mungkin adalah ancaman dari dalam yang tidak bisa kita prediksi, yang tidak bisa kita lihat,” ujarnya. (FNI/Red)

Sumber :  VIVA.co.id (Penulis Rifki Arsilan)

Diedit dan dipublikasikan kembali oleh : Pieter/Focusnewsindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here