Beranda Seni Budaya & Wisata Pater Gregorius Neonbasu SVD : Makna Tari Perang Adalah Keperkasaan Bela Kebenaran

Pater Gregorius Neonbasu SVD : Makna Tari Perang Adalah Keperkasaan Bela Kebenaran

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Pater Gregorius Neonbasu, SVD, yang adalah seorang antropolg asal NTT ini, mengatakan bahwa pada umumnya Tarian Perang yang ada di pulau Timor, baik yang ada pada suku dawan TTS maupun suku Dawan TTU, merupakan ungkapan rasa sukacita setelah para pahlawannya pulang dari medan perang dengan kemenangan.
Kepada media ini, dosen tetap di Unwira Kupang ini, mengatakan, biasanya para pahlawan perang kembali dari medan laga dengan membawa kepala musuh sebagai tanda kemenangan atas lawan perangnya.
“Perang dilakukan untuk menjaga wilayah dan juga untuk mengambil kembali wilayah yang diambil musuh atau kelompok tertentu lalau wilayah yang  sudah diambilkembali  itu diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki lahan agar dikelolah bagi kepentingan hidup banyak orang,”ucap Pater Gregor.
Menurutnya, jika orang Timor Tengah Selatan menamakan tari perangnya dengan sebutan Ma’ekat, maka orang Timor Tengah Utara menyebut Tari Perangnya dengan Istilah Tiban Nakaf. Kedua Jenis Tarian ini sama yaitu mengiringi kepala musuh yang dipenggal saat memenangkan peperangan.
Dikisahkan oleh Pater Gregor bahwa jika dilihat dari cara penyajian tari perang, maka terdapat dua kelompok penari yaitu satu kelompok penari yang datang mengapit para pahlawan yang kembali pulang membawa kepala musuh dan satu kelompok yang menanti di depan pintu gerbang kampung atau dusun. Kedua belah pihak  menari dengan keriakan PALATE dan sorak sorai yang sungguh-sungguh gempita.
Kata Pater Gregor, Makna yang paling menonjol di balik tarian perang adalah keperkasaan dan keberanian menghadapi berbagai kesulitan, tantangan dan persoalan hidup yang dialami setiap hari. Sedangkan Fungsi dari tarian perang adalah menanamkan arti keberanian dan sikap selalu optimis untuk menghadapi berbagai kemelut sosial dalam menjalani kehidupan.
Dilanjutkannya, Manfaat dari tarian Perang adalah menanamkan nilai sosial dengan senantiasa memperhatikan kepentingan bersama seperti telah diusahakan oleh para pahlawan perang dengan hasil nyata yaitu KEPALA MANUSIA. Sedangkan Nilai utama yang terkandung di dalamnya adalah nilai sosial.
“Barangsiapa yang berjuang demi nama baik ‘kepentingan umum’ selalu mendapat pahala dan dukungan semua orang dalam kampung atau desa,”ucapnya mengakhiri. (Maria Jessy/FNI ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Satgas Yonif 144/JY Gelar Sweeping Jalur Non Prosedural di Perbatasan

FOCUS BEWS INDONESIA.com, JAKARTA, tniad.mil.id - Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY melaksanakan sweeping di jalan non prosedural Desa Sungai Seria Kecamatan Sintang Kabupaten...

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Kunjungi Kawasan UMKM di Bazaar Mandalika

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, NTB - Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bazaar Mandalika, Kabupaten...

Terdapat 7 Aturan Aneh di Negara Lain yang Sepintas Tak Masuk Akal

FOCUS NEWS INDONESIA.com - Tentunya setiap Pemimpin di Negara-Negara lain punya gaya kepemimpinan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setiap Pemimpin punya karakter, sudut...

Presiden Terima Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027

FOCUS NEWS INDONESIA.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum...

Ritual Adat Sewu Api Suku Lio : Ungkapan Syukur dan Permohonan

ENDE, FOCUS NEWS INDONESIA.COM - Ritual adat sewu api merupakan ritual adat tahunan yang dilaksanakan di tanah ulayat Desa Mukusaki (tana pu’u muku lisa...