PENYIDIK MULAI LAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP SEJUMLAH PIHAK TERKAIT PENCEMARAN NAMA BAIK

0
107

FOCUS NEWS INDONESIA.COM

ROTE NDAO – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Jeremias Manafe dan Hendrik Geli mulai  diperiksa penyidik polres Rote Ndao terkait  laporan kasus dugaan  pencemaran nama baik yang dilaporkan para suami Oknum Guru Atas nama Simon Solo dan Dikson Neolaka

Laporan tersebut ditujukan kepada   Wartawan Media Newskpk.com,Endang Sidin,terkait pemberitaan pada tgl 5 november lalu dengan judul”Terkuak Cinta terlarang tiga oknum Guru dengan Pria beristri di Rote”.

Pantauan Wartawan Jeremias Manafe tiba sekitar pukul 10 pagi sedangkan Hendrik Geli baru tiba sekitar pukil 11 pagi ,pemeriksaan bertempat  di ruang pemeriksaan reskrim unit 1,Mapolres Rote Ndao.

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao,Iptu Yames Jems Mbau ketika dikonfirmasi Wartawan Sabtu 14/11/2020  membenarkan hal tersebut.

Menurutnya memang saat ini pihaknya mulai memeriksa sejumlah pihak yaitu saksi saksi termasuk Kepala Sekolah SMA Negeri Satu Baa,maupun Hendrik Geli” baru pemeriksaan saksi saksi ” artinya penyidik mulai mendalami persoalanya seperti apa “tegas pria muda berdarah rote Asli.

Sedangkan Kepala sekolah (SMA) 1,Ketikan dikonfirmasi media ini usai memberikan keterangan mengatakan,pihaknya di periksa sebagai saksi terkait laporan pencemaran nama baik atas  pemberitan  terkait oknum guru yang adalah bawahanya adapun penyidik menanyakan sekitar belasan pertanyaan seputaran isi berita tersebut “karena saya memberi keterangan di media sehingga saya di pangil dan di periksa dan memang benar sebelum berita tersebut di tayang wartawan tersebut telah mengkomfirmasi saya bahkan saya meminta waktu kepada wartawan untuk mengklarifikasi hal tersebut dan memang benar adanya,bahkan setelah meminta klarifikasi kepada kedua oknum guru mereka mengakui bahkan meminta agar biar mereka bertemu langsung saja dan bicara baik baik dengan wartawan jelas pria yang biasa di sapa jerman

Sementara itu Wartawan Media Online Newskpk.com,Endang Sidin selaku terlapor ketika di komfirmasi wartawan di Polres Rote Ndao,mengatakan saya berterimakasih karena penyidik polres begitu sigap menangapi laporan ini,perlu diingat bahwa apa yang saya lakukan adalah Produk jurnalis dan bukan hoax  sehingga tentunya ada tahapan tahapan yang harus di Lewati sebelum sampai pada Proses ini,tetapi baiklah sebagai warga negara yang baik mari kita sama sama ikuti proses ini.

Satu yang saya ingin usulkan dan sampaikan permintaan terhadap penyidik dalam hal ini pihak polres Rote Ndao bahwa,memang seharusnya Konfortir dilakukan setelah semua Proses (BAP)dinyatakan lengkap

Namun saran saya bagaimana jika kita sama sama melakukan Konfortir saja dulu menghadirkan para pihak agar para suami suami yang merasa dirugikan dapat mengetahui secara pasti apa sesunguhnya yang sedang terjadi sehingga muncul pemberitaan

“Saya ikuti proses saja dan mari kita berproses”

Toh kita sama sama tahu agar kasus ini cepat tuntas dan tidak menimbulkan fitnah “terhadap media saya juga “saya bahkan tidak ingin dikatakan menyebarkan berita Hoax maka dari itu mari kita berproses ,semua pembuktian pada Alat Bukti tegas Perempuan yang sudah luntang lantung di dunia jurnalis ini. ( FNI/Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here