PIETER KEMBO  DAN TEATER PLUSS PENTAS OPERA KOMEDI KERAJAAN AWAN-AWAN : UNIK DAN SARAT NILAI

0
105

FOCUS NEWS INDONESAI

KUPANG, Focusnewsindonesia.com – Teater Pluss Kupang pimpinan Pieter Kembo, menyajikan Pertunjukkan Kolektif Seni Teater di acara Pagelaran Seni Daerah bidang Teater Tahap IV Tahun 2020, secara Virtual,  yang diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Provinsi NTT.

Pieter Kembo yang adalah penerima Anugerah Kebudayaan Provinsi NTT di bidang Pencipta, Pelopor dan Pembaharu tersebut, menampilkan Pertunjukaan Seni Kolektif  berdurasi 14 menityang sekaligus  mampu menggabungkan  Seni Drama, Musikalisasi Puisi, Tari Tradisi, Prosa dan Pantun, dalam sekali pertunjukan.

Menurut para penonton dan beberapa seniman drama yang menyaksikan langsung pertunjukan di gedung Gerson Poyk itu, mengatakan, pertunjukan yang disajikan oleh Tetaer Pluss pimpinan Pieter Kembo itu merupakan pertunjukan yang unik dengan durasi yang sangat pendek namun mampu memberikan banyak pesan-pesan moral untuk membangun masyarakat.

“Dengan 14 menit, Teater Pluss Pimpinan Pieter Kembo mampu mengkolaborasikan seni Drama, Puisi, Prosa, Pantun, Tarian dan musik Tradisi, dalam sekali pementasan, ini yang namanya Unik dan Sarat Nilai. Disinilah Pieter Kembo benar-benar mampu menunjukan kelasnya sebagai seorang Seniman Teater yang sesusungguhnya,” ucap Rezki Hassan Dan Fredi Aing, yang adalah para tokoh Drama yang telah menyaksikan langsung pertunjukan itu.

Ditemui oleh wartawan media ini saat usai pertunjukkan, Pieter kembo, mengatakan bahwa, dengan tidak mengurangi kreatifitas  teman-teman seniman yang ada di NTT, dia hanya ingin menyajikan pertunjukan Teater yang benar-benar Teatrikal menurut pengetahuannya.

“Saya mau hadir langsung mementaskan Opera ini, hanya ingin mendorong anak-anak muda pegiat seni pertunjukan agar mampu menyajikan seni Kolaborasi yang bisa menarik sukma hati para penonton, sehingga kedepan mereka mampu mengharumkan nama NTT di bidang Pertunjukan yang benar-benar Teatrikal,” ujar Pieter.

Kisah Fiksi yang pentaskan dalam pertunjukan ini adalah Opera Komedi Kerajaan Awan-Awan, yang menceriterakan tentang Keprihatikan Maharaja di Awan-Awan atas kemelut hidup penuh derita yang dialami masyarakat di bawah Awan atau di Bumi. Karena itu Maha Raja Awan-Awan mengutus anak Takhtanya bernama Sang Iwan Awan untuk turun ke Bumi, menyelamatkan nasib rakyat Bumi yang diterpa Korupsi, Kolusi, Nepotisme yang sudah Kronisme.

Sang Anak Takhta Iwan-Awan, mulanya menjadi gentar sebab sarat untuk turun ke bumi harus melalui kematian jiwa yang lama kemudian harus bangkit dengan Jiwa yang baru sehingga mampu memimpin rakyat Bumi keluar dari penderitaan. Berkat masukan pikiran dari Pujangga dan Penyair Istana, akhirnya Sang Iwan Awan menemukan cara yang ampuh untuk membunuh Jiwanya agar bangkit lagi dengan jiwa yang baru. Sang Iwan-Awan meminta Pujangga dan Penyair mempertunjukan Seni-Seni Tradisi Bumi yang mampu membunuh sukma hati sehingga jiwanya lelah dan mati.

Setelah para penari dan penyair istana mempertunjukan seni sukma tradisi, akhirnya jiwa lama sang Iwan-Awan mampu dimatikan dan Sang Iwan-Awan pun dihantar sukma seni tradisi turun ke bumi. Setelah tiba di Bumi, Sang Iwan-Awan diberikan Gelar oleh rakyat Bumi sebagai Pemimpin Entete Bangkit Entete Sejahtera. Dengan gelar itulah Sang Iwan-Awan mulai berjuang menyelamatkan rakyat Bumi dari penderitaan.

Itulah kisah singkat dari pementasan Teater Pluss yang berjudul Opera Komedi Kerajaan Awan-Awan. ( Vhegas dan Samuel TGD)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here