PIETER KEMBO : SUKSES PRODUKSI FILM HAUMENI, SIAP PRODUKSI FILM ATONI

0
108
Foto berita
Suasana saat produksi film Haumeni (Dok LSPTP

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Seniman Teater dan Sutradara Film NTT, Pieter Kembo, sukses menyelesaikan Produksi Film Fiksi Berjudul Haumeni. Film tersebut berlatar belakang nilai-nilai tradisi  budaya  masyarakat Suku Dawan.

“ Film ini berlatar belakang kental tradisi orang Timor Dawan dalam menjaga nilai-nilai Tradisi mereka yang terkandung dalam Kayu dan Minyak Cendana serta upaya-upaya ekonomi  pendidikan  mereka dengan menggunakan Kayu Cendana sebagai  tumpuan menuju kesuksesan hidup,”ungkap Pieter.

Penerima Anugerah Kebudayaan Provinsi NTT Bidang Pencipta, Pelopor  dan Pembaharu Tahun 2018 itu mengatakan, secara umum bahwa  makna dari kisah yang diangkat dalam film tersebut yaitu, Harapan, Ketabahan, Kesetiaan dan Kerja keras , yang berujung pada kesuksesan pendidikan meraih sarjana .

“Dialog-dialog tokoh utama dalam film ini menggunakan bahasa dawan lalu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris  pada teks film. Ceritera film ini sebagai inspirasi bagi kaum mudah untuk terus  berjuang menyelesaikan pendidikan walau hidup susah,” paparnya.

Saat ditemui wartawan di rumahnya bilangan BTN Kolhua Kupang, ia mengatakan bahwa pemeran-pemeran dan tokoh utama dalam film Haumeni tersebut adalah anak-anak NTT yang memang punya bakat luar biasa.

Pemeran utama dalam Film ini adalah Irma Rihi, disusul dengan pemeran pembantu lainnya adalah Ufa, Leksy Wele, Ipe Padabain, Yusthin, Lily, Vito, Paskal, Dennys,Jones,Chyn, Feby dan ratusan pemain lainnya dari Sanggar Tut Muni Soe TTS.

Terkait biaya produksi Film tersebut, Pieter mengatakan, Biaya Produksi berdasarkan Kerja Sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali – Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Besaran biaya produksi berjumlah kurang lebih 100 juta rupiah.

Kata Pieter, lokasi shooting dilakukan di Gunung Mutis, di Fatumnasi, di Kota Soe, dan beberapa lokasi yang ada dalam kota Kupang, dengan lama produksi 5 bulan.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemutaran perdana film ini. Kami akan mengundang anak-anak sekolah dan Pemerintah Provinsi NTT yang terkait untuk turut menyaksikan film inspirasi yang berdurasi kurang lebih 1 jam tersebut,”jelasnya.

Pada akhir wawancara, Pieter Kembo mengatakan, dalam waktu dekat, dia dan timnya akan memproduksi film yang juga berlatar belakang nilai-nilai budaya dengan judul Atoni.(Adhy R/FNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here