Beranda POLHUKAM PWRI ANTI BERITA HOAKS

PWRI ANTI BERITA HOAKS

JAKARTA, FOCUS NEWS INDONESIA.com – Di era digitalisasi ini kita tidak bisa memungkiri betapa mudahnya seluruh masyarakat mengakses tulisan dan berita baik dari WA, Tweeter, Facebook dan sebagai nya.

Dalam kesempatan ini saya menghimbau khususnya kepada warga Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) yang membangun grup WhatsApp (WA) di semua tingkat kepengurusan mulai dari DPP,DPD,dan DPC Untuk menghindari jeratan hukum dalam menshare tulisan, baik itu tulisan biasa maupun tulisan media online.

Bila kita ingin share tulisan biasa maka kita sebagai insan pers atau pengurus PWRI khususnya,Wajib kita cek siapa yang menulisnya, banyak tulisan tulisan di grup WA,FB,tweeter dan sebagai nya 80 persen menunjukkan siapa penulisnya.

Tulisan tersebut dapat menimbulkan akibat hukum bila ada kelompok atau orang,atau pemerintah yang merasa tidak terima dengan tulisan tersebu.

Bila tulisan atau berita yang berada di media online atau link berita sebelum kita menshare hendaknya harus dibaca dan di teliti dahulu apakah sudah memenuhi unsur 5W 1H…bila memang sudah memenuhi maka silahkan berbagi keseluruh jaringan medsos yang ada.

“Dari dua contoh tersebut mengapa kita harus berhati hati di Jaman digitalisasi ini?
“Agar kita tidak terjerat pada tatanan hukum dan aturan yang ada.

Sebagai insan pers dan pengurus organisasi terlebih yang bernaung di pwri…mari kita perhatikan agar kita terlepas dari permasalahan hukum.

Mari sama sama kita memahami pasal 27 ayat 3 yang isinya termaktub juga pada pasal 310 dan 311 KUHPidana yang isinya lebih di spesifikasikan pada pasal-pasal lain di UU ITE.

Sebagai contoh

Menyebar luaskan informasi yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda 12 milyar rupiah.

(Dinyatakan juga pada pasal 51 ayat 2) dan setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dalam pasal 36 UU ITE akan kena sanksi pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak 12 milya

Mari kita jadikan acuan aturan tersebut agar kita tidak salah langkah dalam menshare tulisan di medsos sebagai insan pers harus cermat dalam menulis beragam berita agar kita tidak terkena jerat hukum dan kita selalu dapat menyuguhkan informasi faktual NO HOAKS yang dapat memecah belah bangsa dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. (Red).

Penulis : DR. Suriyanto PD MH Mkn Ketua Umum DPP PWRI

Sumber : Kantor Berita PWRIonline.com, 8/9/18, LiterasiIndonesiNew

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Fraksi Nasdem Apresiasi Keberhasilan Gubernur NTT Lobi Pempus Kelola TN Komodo

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terlibat secara langsung dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo...

Wagub Josef Nae Soi Minta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG - Transformasi Pelayanan Publik dengan kerja yang sistematis dapat menghasilkan outcome berupa peningkatan kualitas pelayanan publik yang sebagaimana diharapkan oleh...

Bharada E Buka Mulut, RR dan K Jadi Tersangka Baru

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, JAKARTA – Memasuki babak akhir, perlahan sandiwara kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Yosua di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen...

HARI INI TIMSUS KAPOLRI AKAN GELAR PERKARA PEMBUNUHAN BRIGADIR J : RR dan K TERSANGKA BARU

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, JAKARTA – tvonenews.com memberitakan bahwa  tim khusus atau Timsus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan menggelar perkara terkait...

RAPBN 2023 Akan Dirancang Fleksibel untuk Redam Guncangan Ekonomi Global

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2023 akan dirancang agar mampu menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak perekonomian...