Ritual Adat Sewu Api Suku Lio : Ungkapan Syukur dan Permohonan

0
161
Foto Berita
Kegiatan Ritual Sewu Api.Foto : Rhay Jadha
ENDE, FOCUS NEWS INDONESIA.COM – Ritual adat sewu api merupakan ritual adat tahunan yang dilaksanakan di tanah ulayat Desa Mukusaki (tana pu’u muku lisa tewu) , kecamatan wewaria , kabupaten ende. Upacara ini berlangsung pada  30 desember-1 januari diawal tahun baru. Adapun upacara sewu api ini terdiri dari 3 rangkaian acara besar selama 3 hari yaitu pada tanggal 30 Desember : tu are wati moke boti, pada 31 Desember : pati ka toko wolo tana watu/ ulu eko (memberi makan leluhur) , dan pada tanal 1 Januari: Sewu eo Petu Pera Eo Bera (memadamkan api / mendinginkan tanah).
Acara adat ini biasanya dilakukan oleh Mosalaki dan juga ana kalo fai walu (masyarakat garap) yang bekerja di tanah ulayat tersebut. Dalam strukstur mosalaki di tanah tersebut terdapat Mosalaki Pu’u dan Juga Mosalaki ria bewa. Peran mosalaki sangat beragam antara lain sebagai penguasa tanah adat/ulayat, sebagai pemimpin upacara adat, sebagai penguasa hukum adat dan juga pengurus tradisi sakral yan telah diwariskan nenek moyang.
Ritual Sewu Api  ialah salah satu  warisan  leluhur (Embu Welu Mamo Moi) yang merupakan momen dimana mosalaki bersama mayarakat adat setempat  merayakan serta  memberi makan para leluhur sebagai bentuk unkapan syukur atas segala rezeki serta perlindungan dalam 1 tahun ini dan sebagai upacara menyambut tahun baru ritual ini juga merupakan ungkapan  permohonan kepada leluhur dan juga  Du’a gheta lulu wula Ngga’e ghale wena tana (wujud tertinggi kepercayaan masyarakat Lio) agar di tahun yan baru ini Mosalaki dan juga masyarakat adat setempat di berikan rahmat dan berkat serta perlindungan baik dalam pekerjaan maupun kesehatan.
Rangkaian Acara :
30 DESEMBER : TU ARE WATI MOKE BOTI
Acara tu are wati moke boti merupakan acara dimana msyarakat adat mengatarkan hasil kerja selama setahun yan dilambangkan dengan membawa are (beras), moke (tuak) dan juga uang untuk membeli hewan kurban (babi dan kambing) yan sudah ditentukan. Upacara ini merupakan bentuk kesadaran serta pengakuan masyarakat adat setempat kepada Mosalaki (pemangku adat) yang memiliki hak kekuasaan atas tanah ulayat tersebut.
31 DESEMBER : PATI KA TOKO WOLO TANA WATU/ ULU EKO
Pada acara ini Mosalaki bersama keluarganya melakukan ritual memberi makan para leluhur di  kuburan lama serta kampung adat lama dari jaman dahulu kala yan tetap dijaga oleh masyarakat adat setempat sebagai warisan mulia para leluhur. Dalam acara ini Mosalaki menyampaikan doa- doa adat, ucapan syukur dan juga permohonan akan berkat dan perlindungan para leluhur.
1 JANUARI : SEWU API
Acara sewu eo petu pera eo bera (memadamkan api) merupakan hari puncak acara ini dimana mosalaki melakukan acara adat dengan dibuka acara sembelih babi dan kambing sebagai kurban kepada leluhur.
Acara ini diakhiri dengan Ka Ria ( makan bersama) Mosalaki, undangan dan juga masyarakat adat setempat. Ka ria ini Mosalaki akan Ka Pusu Pesa lema (makan adat)  sebagai lambang kebesaran dan juga memiliki hak kekuasaan atas tanah ulayat ini (ulu eko).
Dalam rangkaian acara tersebut biasanya dilangsungkan tarian adat seperti gawi : tarian persatuan suku lio, wanda Pa’u sebagai lambang suka cita dan kegembiraan dan juga adapula iringan alat musik tradisional gong,gendang, sebagai wujud sukacita dalam merayakan acara adat tersebut. (FNI/Red)
Penulis : Rhay Jadha ( Sarjana S1 Bahasa Ingris Unkris Arthawacana Kupang)
Sumber : Mosalaki Frans Wolo
Editor : M.Jessy/FNI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here