Siraman Rohani : Tuhan Mendengar Setiap Doa

0
10
Foto berita
Foto : Ilustrasi

Oleh : P. Gregor Neonbasu SVD

FOCUS NEWS INDONESIA.COM-KUPANG. Sering orang mengeluh oleh karena ada hal yang tidak menyenangkan. Antara lain, ketika doa tidak terkabul, bisa saja orang mulai mengeluh: apa yang salah; kata-kata doa, atau pemahaman yang keliru mengenai doa.  Hari ini Nabi Yunus memberi keterangan yang benar mengenai doa yang benar: yang tidak saja terdiri dari kata-kata, melainkan tindakan nyata.

Selama masa Prapaskah, kita tidak saja berdoa, melainkan melakukan perbuatan yang berkenan di hati sesama. Jati diri sosial Uskup Gabriel Manek dalam bingkai doa dan perbuatan telah kita refleksikan dalam beberapa renungan sebelumnya. Hari ini kita masuk lebih dalam untuk melihat seberapa kuat ‘jati diri sosial terpuji itu’ terjahit dalam iman yang otonom dan kemudian terungkap dalam hidup sang Uskup Orang Kecil dan lemah.

Nik Apeldoorn SVD berkisah (1990) tentang pribadi Mgr sebagai berikut: “…Tahun 1951-1954 saya menjabat sebagai pastor paroki Lewotobi, sehingga tiap bulan bertemu dengan Mgr Gabriel Manek pada waktu rekoleksi. Saya mengenal beliau sebagai seorang uskup yang penuh dedikasi terhadap karya pastoral dalam diosisnya. Mgr Gabriel Manek SVD adalah seorang manusia yang tidak suka ditinggikan, ia suka bergaul dan gampang didekati oleh bawahannya. Saya yakin, bahwa martabat Uskup bukan yang dicarinya atau yang hatinya inginkan. Dalam perjalanan pelayanan Sakramen krisma di Paroki Lewotobi, saya alami Bapak Uskup sebagai manusia yang segan dimuliakan, yang tidak banyak tuntutan, yang senang dengan tempat tinggal yang sederhana, spontan turut mendengar pengakuan bersama pastor-pastor lain. Pengajarannya selalu berisi dan menarik, cara berpidatonya berkesan. Bahssanya bagus, pergaulannya dengan pastor dan umat menyenangkan” (Aleks Beding SVD, 2007: 119).

Uskup pendoa dan orang miskin Mgr Manek menunjuk jalan emas: doa harus berdasar pada perbuatan yang baik, kata-kata doa tidak boleh terlepas dari apa yang kita lakukan kepada sesama, apa yang kita harapkan dari Tuhan… hal itu juga yang harus kita lakukan kepada setiap orang yang kita jumpai setiap hari. Jika kita mengharapkan agar doa-doa kita terkabul, maka perilaku kita terhadap sesama juga mesti mengikut jalan dan cara yang sama: ikhlas kepada orang, dan bermurah hati kepada sesama!

Sejenak kita mengikuti sharing Pastor Nik selanjutnya: “…Dalam tahgun 1963-1968, saya sebagai Regional SVD Ende ada urusan lebih banyak dan pelbagai macam dengan Mgr Manek sebagai Uskup Agung Ende. Saya terkesan oleh kebijaksanaannya. Beliau tidak suka merajai, melainkan memimpin dan membina. Ia selalu suka dan rela berbicara, berdialog dan bersama-sama mencari jalan yang terbaik untuk mengindarkan kesukaran atau mengatasi kesulitan-kesulitan. Kerja sama dengan beliau dalam tahun-tahun yang terakhir itu, meninggalkan dalam ingatanku satu kesan yang bagus yang saya ingat dengan rasa syukur dan sangat meringankan tugas beratku pasda masa itu”.

Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus. Kisah di atas bermaksud mengarahkan kita untuk memetik hal kunci dalam kehidupan Mgr Manek. Ia dekat dengan Tuhan dan selalu berdoa; Ia dekat dengan Bunda Maria dan tidak pernah lepas dari kata-kata doa kepadanya; di atas segala-gala, tindakan dan perbuatanya setiap hari selalu dijahit dengan respek yang tinggi bagi sesama; sesama bagi Mgr Manek adalah sarana untuk menjumpai Wajah Allah. Itulah…. maka Mgr Manek selalu melayani dan terus melayani tanpa pamrih; Ia berbagi dan terus berbagi sampai sehabis-habisnya; bahkan apa yang dimiliki diberi kepada sesama yang membutuhkan sehingga Ia berkelimpahan dalam Kasih Karunia di Hadirat Allah.

Dalam diri Mgr Manek tergambar pemahaman yang benar mengenai Tuhan yang selalu mendengar setiap doa. Doa yang disampaikan dengan sepenuh hati, doa yang memiliki dasar pada iman yang ikhlas, doa yang didaraskan dari lubuk hati yang mendalam… tidak pernah menjadi kata-kata yang sia-sia. Mgr Manek … doakanlah kami, agar doa-doa kami tidak hanya meminta dan terus meminta, melainkan menysukuri Rahmat KasihMu yang selalu memberi pembaharuan hidup dalam keluarga dan komunitas kami, serta menurunkan perubahan dan perkembangan yang berarti bagi masyarakat dan dunia kami!

Sumber Bacaan : Yun 3: 1-10, Luk 11: 29-32.

Rabu, 9 Maret 2022.

Doaku dan berkat bagimu

Gregor Neonbasu SVD

Soverdi Oebufu Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here