UPTD Taman Budaya NTT Laksanakan Pagelaran Seni Tahap III Libatkan 20 Sanggar Seni

0
88
Kepala UPTD taman Budaya Provinsi NTT, Drs. Sofyan, MM

FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan Pagelaran Kesenian Daerah tahap III  lewat Pagelaran Musik Tradisional dan Non Tradisional, yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 November 2021, bertempat di Gedung Gerson Poyk Oepoi Kupang.

Kegiatan Pagelaran tersebut mengangkat Tema ‘Generasi Milenial dalam Karya Genre Musik Tradisional’ dengan Sub Tema ‘Karya Musik Genre Tradisional Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Mewujudkan Karya Musik Yang Kreatif dan Inovatif’.

“Kami akan menampilkan 20 group Sanggai Seni Musik yang ada di Kota Kupang untuk mementaskan music –musik tradisional maupun music tradisional garapan yang dimiliki oleh setiap etnis di NTT,” ucap Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi NTT, Sofian Kurniawan, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, pada Senin, (1/11/2021).

Sofian Kurniawan, mengatakan, kegiatan pegelaran ini untuk mengangkat kesenian daerah yang dimiliki masyarakat Nusa tenggara Timur, sekaligus sebagai upaya  sinergisitas seni-seni tradisi warisan leluhur agar dikenal baik oleh generasi milenial  sehingga  tetap terjaga dan menjadi warisan turun temurun bagi masyarakat NTT.

“Tujuan pertunjukan ini , selain sebagai hiburan, juga sebagai peluang bisnis bagi kelompok seni musik sekaligus untuk membantu mengembangkan bakat  para musisi daerah kita di NTT,” jelas Sofian.

Kata Sofian, kegiatan pertunjukan ini berfungsi sebagai media pengembangan bakat, sebagai media komunikasi, sebagai bentuk ekspresi diri dan juga sebagai media apresiasi.

“ Dalam melakukan kegiatan menyangkut  pagelaran ini, kami menjalankan protokol kesehatan dengan ketat agar menghindari  bahaya dan berkembangnya Covid-19,” tegasnya.

Menurut Sofian, para peserta yang mengikuti pagelaran tersebut harus menggunakan pakaian tradisional yang menunjukkan keKhasan Budaya NTT, menjaga etika dan sopan santun, menjalankan aturan prokes yang ditetapkan pemerintah serta mengikuti aturan dan arahan panitia sehingga kegiatan pagelaran berjalan dengan baik dan sukses.

“Peserta melakukan pendaftaran secara gratis. Dan sebagai bentuk apresiasi maka panitia akan memberikan penghargaan berupa piagam dan memberikan uang pembinaan sesuai kemampuan,” tutur Sofian mengakhiri pembicaraan. ( Maria Jessy/FNI).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here