UPTD TAMAN BUDAYA NTT PENTAS SENI KOLABORASI CERITERA DIBALIK TENUN

0
34
Foto
Pentas Seni Kolaborasi di UPTD Taman Budaya NTT, pada 22 Mei 2021
FOCUS NEWS INDONESIA.COM, KUPANG | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, lewat UPTD Taman Budaya NTT, lakukan pentas kolaborasi seni tari, Teater, Musik dan Seni Rupa di Gedung Gerson Poyk-Oepoi Kupang, pada hari Sabtu, 22 Mei 2021.
Pentas Seni Kolaborasi dilakukan oleh 100 orang pelaku seni yang adalah  peserta workshop dari  empat orang nara sumber profesional di bidang Tari, Teater, Musik, dan Seni Rupa.
Keempat nara sumber adalah  Dra. Setyastuti, M.Sn  (Bidang Tari), Dr. Koes Yuliadi, M.Hum (Bidang Teater), Drs. Anusapati, MFA (Bidang Seni Rupa) dan Onny Krisnerwinto, S.Sn ( Bidang Musik).
Pementasan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, yaitu, tokoh masyarakat, para guru seni, para pelajar, komunitas seni yang berada dalam kota Kupang dan sekitarnya. Kegiatan Workshop dan Petas Seni Taman Budaya ini memiliki Tema Proses Kreatif di Era New Normal, dengan Sub Thema pertunjukannya Ceritera Dibalik Tenun Nusa Tenggara Timur.
“ Kami mengangkat Tema Ceritera Dibalik Tenun Nusa Tenggara Timur karena Seluruh nilai hidup dan proses penciptaan  motif serta warna kain tenun merupakan simbol perjalanan sejarah hidup dan kebudayaan manusia. Kegiatan ini ini juga untuk meningkatkan keseniman masyarakat NTT, terlebih untuk mendorong bakat dan kreatifitas kaum milenial, agar kedepan bisa melakukan pentas seni yang lebih profesional ”, ucap kepala Taman Budaya NTT, Drs. Sofian Kurniawan, MM,  beberapa saat setelah acara penutupan worskhop dan pertunjukan seni kolaborasi tersebut.
Drs. Sofian Kurniawan, MM, mengatakan kepada media ini bahwa  UPTD Taman Budaya sebagai institusi yang mewadahi semua karya seni budaya daerah dari waktu ke waktu. UPTD Taman Budaya NTT akan terus dan terus menggali seni bubaya etnis NTT untuk dilestarikan semestinya.
Katanya, UPTD Taman Budaya adalah lembaga yang bertugas sebagai penyaring dan pengayakkan seni daerah yang berasal dari sanggar seni, komunitas teater, kelompok musik dan kelompok seni rupa, dari berbagai elemen group yang berbeda-beda kemudian dipertunjukan secara profesional berstandar nasional dan internnasional.  Dan para pelaku-pelaku seni itulah yang disebut tenaga teknis.
“Workshop seni yang dilakukan ini adalah tahap yang kedua, dimana pesertanya adalah pelaku seni dengan sasaran sanggar-sanggar dan kelompok seni yang berbeda dari workshop yang dilakukan pertama pada  tahun yang lalu. Di NTT memiliki pelaku seni yang sangat banyak. Karena itu kegiatan saat ini kami tampilkan peserta atau pelaku seni yang berbeda dengan tahun lalu. Saya lakukan ini untuk mewujudkan pemberdayaan pelaku seni secara merata, berkeadilan dan proporsional”,ungkapnya.
Sofian menjelaskan, tujuan utama kegiatan yang dilakukannya adalah adanya re-generasi. Re-generasi itulah yang mutlak diperlukan. Sasaran utamanya bagi generasi milenial dari tingkat pelajar, mahasiswa, pegiat seni dan masyarakat luas. Karena merekalah yang akan menjadi garda terdepan untuk meneruskan seni budaya etnis NTT yang ditinggalkan oleh leluhur NTT terdahulu.
Diungkapkannya bahwa hidup setiap orang memang singkat namun seni itu akan berjalan sepanjang masa dengan dinamika-dinamikanya yang selalu indah dan penuh pesona, karena itu, UPTD Taman Budaya NTT harus bisa menerjemahkannya sesuai jaman sambil menjaga keaslian seni budaya etnis yang dimiliki NTT.
Dia menjelaskan lagi, UPTD Taman Budaya  NTT akan selalu mampu menerjemahkan perjalanan seni etnis daerah sesuai misi pembangunan NTT periode 2018-2023, yakni, menjadikan pariwisata dan budaya NTT sebagai Prime Mover atau penggerak utama ekonomi dengan menggerakkan dan melanggengkan pertunjukkan seni budaya etnis yang profesional dan berdayaguna.
“Kami menterjahkan misi pembangunan NTT dengan versi kami sesuai tupoksi. Kami juga terus menggali dan melestarikan seni budaya kita. Sasaran utama kami adalah kaum milenial. Dan terlihat jelas dalam pertunjukkan kolaborasi hasil workshop saat ini, dimana kami sanggup memadukan empat unsur seni (Tari,Teater,Musik,Seni Rupa), dalam satu sinopsis dan skrippentas menyatu, yang sesuai dengan Sub Tema Workshop yaitu, Ceritera Dibalik Tenun Nusa Tenggara Timur. Dan pertunjukkan kolaborasi ini mendapati apresiasi luar biasa dari empat nara sumber nasional yang kami datangkan dari Jakarta dan Joyakarta”, ungkap Sosian mengakhiri pembicaraan.
Secara terpisah, nara sumber Workshop Teater, Dr. Koes Yuliadi, M.Hum, mewakili empat nara sumber, mengatakan kepada media ini bahwa, dirinya merasa bangga dengan bakat seni Tari, Teater, Musik dan Seni Rupa yang diliki  anak muda NTT. Hal tersebut ditemukan saat melakukan Workshop Tenaga teknis Seni tersebut selama 3 hari di Kota Kupang.
Karena itu Dr. Koes Yuliadi, menyarakan agar para pelaku seni NTT teruslah berkarya, matangkan bakat dan tajamkan kreatifitas, sehingga kedepan akan tampil bersaing di tingkat nasional dan internasional.
“Bakat dan kreatifitas seni yang ada pada putra-putri NTT sangat luar biasa dan hal ini terlihat jelas dalam pertunjukkan Kolaborasi yang telah dipaparkan tersebut. Hanya soal waktu dan kesempatan untuk bisa menembus pentas nasional dan internasional,”ucapnya.
Dia juga mengingatkan betapa penting kesempatan bagi pelaku seni NTT untuk mengisi bakat dan kreatifnya lewat dunia digital yang semakin terbuka dan mendunia ini, sehingga kemampuan seni yang dimiliki bisa ditonton dan dilirik oleh masyarakat nasional dan internasional.
Diharapkanya, agar para pelaku seni NTT jangan lelah dalam berkarya dan berkreatif, sebab dirinya yakin bahwa kedepannya, seni NTT akan tumbuh subur secara profesioal dan digemari oleh masyarakat nasional dan internasional.
“Kami berempat ucapkan terimakasih banyak kepada Pemerintah Provinsi NTT dan semua jajarannya yang telah menerima kami datang di daerah penuh pesona budaya ini,”ucapnya. (Jessy/FNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here