Wagub NTT Resmi Pimpin KONI NTT

0
4
Foto Berita
) Josef A. Nai Soi.memberikan sambutan setelah resmi dilantik menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT periode 2021 - 2025, Kamis (11/2/2022), di aula El Tari Kupang.

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A. Nai Soi resmi dilantik menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT periode 2021 – 2025, Kamis (11/2/2022), di aula El Tari Kupang.

Ketua KONI Jenderal TNU (Purn) Marciano Norman hadir langsung melantik Josef A. Nai Soi bersama para pengurusnya yang nama-namanya sudah sangat dikenal di NTT.

Sebut saja anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Raymundus Sau Fernandez, Andre Koreh, Refafi Gah, dr. Chtistian Widodo, Jimmy Sianto dan para tokoh lainnya ikut dilantik sebagai pengurus KONI NTT periode 2021 – 2025.

Pada momentum pelantikan itu juga hadir Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni dan sejumlah unsur Forkompinda NTT.

Pelantikan itu juga ditandai dengan penandatangan Nota  Kesepakatan antara Pemprov NTT dan Pemprov NTB sebagai tuan rumah bersama pekan olahraga nasional (PON)  XXII tahun 2028.

Kesepakatan itu ditandatangani Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Doktor Hj. Sitti Rohmi Djalilah (mewaliki Gubernur NTB) di Aula El Tari Kupang, Kamis (10/2/2022).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat  dalam sambutannya mengatakan Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mempunyai mimpi bersama. Mimpi itu, kata Viktor, harus dikerjakan secara sungguh-sungguh.

“Sebuah desain besar yang dikerjakan asal-asalan tidak berhasil maksimal, sehingga perlu kerja serius, kerja keras, dan kerja bersama semua komponen yang ada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat,” kata Gubernur Laiskodat.

Menurutnya,  jika PON ditetap di NTB dan NTT tahun 2028, maka hal itu menunjukan bahwa dua provinsi ini mempunyai sumber daya manusia yang mampu bekerja secara baik.

“Jadi yang pertama itu dulu. Dapat membuktikan bahwa kita terpilih dulu. Itu langkah pertama dan menjadi pekerjaan besar baik saya sebagai Gubernur NTT, dan tentunya sahabat saya Gubernur NTB akan juga bekerja bersama-sama dengan Ketua Koni Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat,” tandas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan NTB dan NTT adalah saudara. Dengan demikian hal tersebut menjadi modal besar untuk menjadi tuan rumah bersama PON XXII tahun 2028.

“Mudah-mudahan diberi kepercayaan, dan tentunya kita langusng berbenah dan menjadi tim yang solid, tim yang kompak, NTB-NTT, sehingga apa yang kita hajatkan di 2028 berhasil,” tegas Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

“Dan tentunya pada kesempatan ini kami mengundang saudara-saudari kami datang juga ke NTB pada Maret besok karena ada Moto GP, dan mudah-mudahan kita bisa bertemu kembali dan bisa membangun kesepakatan kita yang sudah jalan, sambil menyaksikan NTB yang indah seperti NTT juga indah adanya. Banyak tenunannya dan alamnya yang sungguh indah dan luar biasa,” imbuhnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang ikut menyaksikan jalanya Penandatangan Mou Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat istimewa dan luar biasa, karena tidak semua Kepala Daerah menginginkan menjadi tuan rumah PON.

“Tidak banyak saudara-saudara kita yang punya keinginan seperti ini (menjadi tuan rumah PON) yang mendapat dukungan penuh dari Kepala Daerahnya. Sehingga saya melihat semangat dukungan yang diberikan oleh Gubernur Laiskodat dan Wagub NTB adalah dukungan yang luar biasa yang harus ditindaklanjuti oleh Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Umum dan Jajaran Pengurus Koni NTT untuk terus berupaya meyakinkan Koni seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan kepada NTB dan NTT, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke-22 di Tahun 2028 mendatang,” tegas Marciano Norman.

Sementara itu, Ketua KONI NTT Josef A. Nae Soi, berkomitmen bahwa semua pengurus yang telah terbentuk dan dikukuhkan harus bersama-sama bertekat bekerja keras tanpa pamrih untuk memajukan olahraga di NTT.

“Khususnya merencanakan desain besar persiapan menjadi tuan rumah bersama NTB menjadi tuan rumah penyelenggara PON ke-22 Tahun 2028 mendatang di Nusa Tenggara (NTT dan NTB),” kata Josef Nae Soi.

Oleh karena itu, pihanknya, akan terus membangun kepercayaan dan lobi-lobi Pengurus Koni seluruh Provinsi di Indonesia, agar dalam proses biding nanti, NTT dan NTB lolos menjadi tuan rumah bersama PON XXII. (M.Jessy/FNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here